Rumah Idaman. Beli Tanah atau Rumah?

Indivisualism – Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, sejajar dengan kebutuhan akan pangan dan pakaian. Pada perkembangannya, rumah tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah bangunan berlantai dan beratap, tempat berteduh dan berlindung. Rumah adalah wadah bagi kehidupan, tempat mendapat dan mencipta kebahagiaan. Rumah menjadi penuh arti bahkan tidak jarang juga menjadi simbol bagi penghuninya. Ya, semua orang pasti ingin memiliki rumah idaman.

Ketika Anda tertarik untuk mempunyai rumah baru sebagai istana bagi keluarga tercinta, ada beberapa hal yang harus Anda pikirkan. Terlebih jika Anda ingin menetap di kota besar seperti Ibu Kota Jakarta. Permasalahan utama masih terletak pada soal lahan yang terbatas. Lahan di kota besar yang semakin terbatas sementara peminat yang semakin bertambah, membuat harga rumah kian melambung.

Konsekuensinya pun jelas: pada bujet. Pilihan untuk memilih kota lain di sekitar kota Jakarta, rasanya juga bukan solusi yang tepat. Karena Anda telah jatuh cinta dengan kota seperti Jakarta dan tetap ingin memiliki rumah di daerah tersebut. Maka dari itu, berpikir cerdas adalah solusi paling jitu untuk tetap mendapatkan istana berupa rumah baru di Ibu Kota Jakarta.

Jika Anda berpikir untuk membeli tanah dan membangun rumah di sana, Anda memang bisa mengawalinya dengan membangun fondasi yang kokoh. Kemudian menyatukan bata demi bata dengan rapi sehingga tidak lama kemudian rumah idaman pun telah tercipta dan siap dihuni. Namun, satu hal penting yang harus Anda pikirkan terlebih dulu, yaitu tentang harga tanah. Ya, Anda harus terlebih dulu memperhatikan kisaran harga tanah yang bisa jadi telah naik berkali lipat. Bahkan, pengamat properti memastikan kenaikan nilai tanah bisa mencapai 50% per tahunnya, seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan bisnis properti yang kian diminati.

Ya, sepetak tanah yang semula jarang sekali menyita perhatian, ternyata kini menjadi aset yang tak ternilai. Sepetak atau dua petak pun ternyata adalah properti dan bernilai. Jika ditelisik lebih jauh, faktor yang memengaruhi harga tanah sesungguhnya tidak semata pada wilayah atau yang lebih dikenal dengan sebutan lokasi. Ada banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab melambungnya harga tanah saat ini. Di antaranya yaitu:

  • Surat hak (hak milik, HGB, HPL, Hak sewa/pakai, dll)
  • Bentuk kaveling
  • Ukuran ideal tanah (luas ideal 200-400 meter persegi, perbandingan lebar dan panjang minimal 1:2, maksimal 1:3)
  • Posisi kaveling (posisi pojok belakang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga tanah yang berada di depan atau di tengah)
  • Lebar jalan
  • Letak kaveling terhadap jalan
  • Hadap terhadap arah mata angin, karena terkadang tergantung kecocokan fengsui masing-masing orang berbeda.

Nah, mengingat harga tanah yang semakin meroket, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta, tampaknya lebih baik jika Anda memilih alternatif lain, seperti membeli rumah second hand atau rumah yang dijual oleh pemilik pertama.

Meski sebagian orang memang lebih menyukai rumah baru, tapi tidak sedikit pula yang lebih memilih rumah second hand karena beberapa pertimbangan. Pertimbangan utama tentu karena bangunan yang telah siap pakai. Jadi, Anda tidak perlu waktu lama untuk menunggu pembangunan rumah baru selesai. Anda juga bisa langsung melihat kualitas bangunan. Apakah sesuai dan memenuhi standar kualitas Anda atau tidak.

Selain itu, membeli rumah second hand tentu tidak semahal membeli rumah baru. Karena umumnya, Anda juga bisa melakukan tawar menawar harga. Baru setelah Anda menyelesaikan segala transaksi pembelian rumah murah di Jakarta, Anda bisa segera menempati rumah tersebut.

Ada banyak pilihan rumah yang bisa Anda pilih untuk menjadi rumah idaman. Ingin rumah dengan konsep sederhana ataupun konsep rumah murah minimalis di Bogor, Anda bisa memilihnya sesuai dengan keinginan dan idaman Anda. Berbicara tentang rumah idaman, tentu rumah tidak asal besar, megah, mewah, ataupun gemerlap. Melainkan lebih mengarah pada konsep rumah dengan lingkungan yang sehat.

Jadi, ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah baru, perhatikan dulu hal-hal penting berikut ini. Karena menurut penelitian The American Public Health Association, rumah atau tempat tinggal yang sehat harus memiliki empat fungsi pokok, yaitu:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani yang pokok
  2. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rohani manusia yang pokok
  3. Tempat perlindungan terhadap penyakit menular
  4. Tempat perlindungan terhadap gangguan ataupun kecelakaan.

Dari keempat fungsi pokok rumah tersebut, Anda bisa menilai apakah rumah yang tengah menjadi incaran atau bahkan pilihan Anda telah memenuhi syarat sebagai rumah yang sehat. Rumah sehat tidak selamanya mewah, dan rumah mewah belum tentu adalah rumah sehat.

Tapi, untuk rumah-rumah murah di Jakarta ini dijamin telah memenuhi syarat sebagai rumah yang sehat. Selain murah dan sehat, lokasinya-lokasinya yang sangat strategis juga akan memudahkan Anda. Rumah murah di Jakarta ini umumnya berada dekat dengan lokasi perkantoran, sekolah, universitas, pusat kesehatan, dan pusat perbelanjaan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk segera miliki rumah murah di Jakarta.

Related Posts

Metode Pembayaran Asuransi Prudential sesuai Jenis Polis

Indivisualism – Asuransi merupakan pilihan untuk menjaminkan risiko yang dapat terjadi di dalam kehidupan berupa kesehatan yang berhubungan dengan keuangan. Anda dapat memilih asuransi yang paling tepat dengan pelayanan yang tersedia. Hari ini sudah ada cara klaim asuransi dari polis konvensional dan polis syariah. Dari segi pembayaran asuransi disesuaikan dengan jenis polisnya. PolisĀ  Konvensional Asuransi […]

Read More

Tips Memilih Produk Apparel Motor

Indivisualism – Dalam setiap acara bikers memang selalu memperhatikan berbagai hal, salah satunya adalah style fashion yang digunakan harus sesuai, bukan fashion untuk anak kuliahan atau fashion anak muda saat jalan-jalan ke Mall. Ini style fashion bagi anak pemotor yang cool, keren dan juga gagah. Berbagai perlengkapannya pun harus disiapkan dengan lengkap, mulai dari kaosnya, […]

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *